[MUTIA] Kajian Kemuslimahan FMIPA : Show Your Beauty Charm With Islam

  MUTIA Perdana yang dilaksanakan pada Jum’at tanggal 9 Maret 2018 bertema isu kemuslimahan dengan judul “Show Your Beauty Charm With Islam” dihadiri oleh 141 peserta. Mutia kali  ini diisi Oleh Retno Wulandari.

Pernahkah ukhtifillah sekalian terfikir mengenai seperti apakah kemuliaan seorang wanita itu ? apakah dari kecantikan rupanya, ataukah dari harta yang ia miliki, atau mungkin dari setinggi apa jabatan yang ia miliki diluar rumah? mungkin sebagian besar dari kita, atas seizin Allah, telah mengetahui bahwa bukan hal-hal itulah yang membuat seorang wanita menjadi amat mulia, dan bahwa hanya Islam lah yang memiliki konsep ideal mengenai kemuliaan seorang wanita. Tetapi diluar sana masih banyak loh saudara – saudara kita yang masih belum paham betapa mulianya seorang wanita di dalam Islam.. untuk mengetahui tentang “women’s speciality in Islam” yuk mari kita simak pemaparan berikut..

Sebelum kita membahas mengenai hal tersebut, tahukah kamu akan nasib wanita sebelum Islam muncul sebagai rahmat bagi semesta alam ini ??

Sebelum datangnya Islam terdapat sekian banyak peradaban besar seperti Yunani, Romawi, India, dan Cina.

Masyarakat Yunani yang terkenal dengan pemikiran-pemikiran filsafatnya, tidak banyak membicarakan perempuan. Dikalangan elite, para perempuan ditempatkan (disekap) dalam istana. Dikalangan bawah, nasib mereka sangat menyedihkan.(sampai abad ke-6 Masehi)Peradaban Hindu dan China tidak lebih baik dari peradaban Yunani dan Romawi. Hak hidup seorang perempuan yang bersuami harus berakhir pada saat kematian suaminya. Istri harus dibakar hidup-hidup saat mayat suaminya dibakar. (sampai abad ke-17 Masehi).

Kemudian ajaran Islam yang dibawakan oleh Rasulullah memberikan sebuah konsep yang mampu menjadi penyejuk bagi kaum wanita, yaitu kemuliaan yang sesungguhnya. Beberapa kemuliaan tersebut antaranya ialah wanita sebagai ibu, sebagai anak, sebagai istri, sebagai saudari, dan wanita sebagai orang asing.

Selain itu Islam pun mengatur mengenai hal emansipasi wanita, disini kita dapat menyadari bahwa Allah adalah zat yang maha adil, yang telah mengatur sedemikian rupa peran wanita dan laki-laki di dunia ini dengan sebaik-baiknya, dan seadil-adilnya. Beberapa hal yang dapat kita ketahui diantaranya:

  • Peran dan tanggung jawab antara laki-laki dan perempuan telah ditetapkan dalam AlQur’an dan Sunnah Rasulullah, sifatnya tetap dan tidak dapat dipertukarkan satu sama lain
  • Laki-laki tetap berkewajiban sebagai pemimpin atau kepala keluarga
  • Dalam Islam, menuntut ilmu wajib bagi laki-laki maupun perempuan
  • Wanita berhak terbebas dari perbudakan karena Islam melarang ummatnya menjadikan wanita sebagai budak
  • Wanita berhak mendapatkan warisan (1/3) sebagai hak untuk dirinya sendiri. Sementara laki-laki memperoleh (2/3) tetapi laki-laki memiliki kewajiban untuk menafkahkan keluarga dan menanggung saudaranya
  • Allah menilai seseorang dari amalan saleh yang diperbuatnya, bukan gendernya (An-Nahl : 97)

-Kewajiban menutup aurat bagi wanita-

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

 

Wahai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang Mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka !” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allâh adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [al-Ahzâb/33:59]

 

Setelah mengetahui bagaimana Islam memuliakan seorang wanita, kita akan mengulas mengenai sebuah isu hangat mengenai wanita yang saat ini sedang marak digaungkan oleh beberapa kalangan, berikut ulasannya

-Women’s march-

Tepat tanggal 3 maret lalu, beberapa orang wanita   turun ke jalan untuk mendemonstrasikan pendapat  mereka dalam menyikapi kejahatan terhadap wanita, serta juga mendemonstrasikan sebuah paham, yaitu feminisme. Berikut beberapa tuntutan women’s march untuk pemerintah :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Apa itu Feminisme?

Sejarah Singkat Feminisme

Gerakan feminisme muncul di barat, sejak zaman dahulu awal abad modern, perempuan disamakan dengan budak dan anak-anak dianggap lemah fisik maupun akal. Abad pertengahan, nasib perempuan di Eropa tetap sangat memprihatinkan, bahkan sampai tahun 1805 perundang-undangan Inggris mengakui hak suami untuk menjual istrinya (Shihab, 1998: ).

Kata feminisme diperkenalkan pertama kali oleh aktivis sosialis utopis, Charles Fourier pada tahun 1837 yakni feminisme mulai timbul pada abad ke-18 di Eropa, tepatnya di Perancis.

 

Ragam Feminisme

  1. Feminisme Liberal

aliran feminisme yang menuntut agar perempuan diberikan kesempatan yang sama dengan laki-laki dan kebebasan untuk menentukan nasibnya.

  1. Feminisme Marxis

aliran yang berpendapat bahwa sumber ketertindasan perempuan adalah sistem produksi dalam  keluarga, dimana laki-laki bekerja dan menghasilkan uang sedangkan perempuan hanya bekerja di sektor rumah tangga dan tidak mendapat uang

  1. Feminisme Radikal

aliran feminisme yang berpandangan bahwa penindasan terhadap perempua terjadi akibat fisik perempuan lemah dihadapan laki-laki.

 

-Kritik terhadap Feminisme-

Terlepas dari pro dan kontra, gerakan feminisme diakui telah banyak membawa perubahan positif pada kondisi perempuan. Namun dibalik kemajuan ini, muncul berbagai sisi negatif yang ditimbulkan. Berbagai eksperimen membuktikan bahwa pria dan perempuan sama mengalami kegagalan.

Seperti ketika pada tahun 1997 pemerintah Inggris memberlakukan “pendekatan tanpa memandang jenis kelamin” dalam merekrut tentaranya dan memberlakukan ujian fisik yang sama kepada kadet pria dan perempuan, maka yang terjadi adalah tingkat cedera yang tinggi dikalangan kadet perempuan (Soekanto, 2006)

 

-Islam hadir sebagai solusi-

Islam tidak memandang peran seseorang sebagai penentu kualitas kehidupan. Sejarah Islam menunjukkan banyak perempuan yang berkeluarga mendapatkan kesempatan terlibat dan berprestasi di sektor publik.

وَلَا تَتَمَنَّوۡا مَا فَضَّلَ اللّٰهُ بِهٖ بَعۡضَكُمۡ عَلٰى بَعۡضٍ‌ ؕ لِلرِّجَالِ نَصِيۡبٌ مِّمَّااكۡتَسَبُوۡا ؕ‌ وَلِلنِّسَآءِ نَصِيۡبٌ مِّمَّا اكۡتَسَبۡنَ‌ ؕ وَسۡئَـلُوا اللّٰهَ مِنۡ فَضۡلِهٖ ؕ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِكُلِّشَىۡءٍ عَلِيۡمًا‏“

Janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain, karena bagi lelaki ada bagian dari apa yang mereka peroleh (usahakan), dan bagi perempuan juga ada bagian dari apa yang mereka peroleh (usahakan). Bermohonlah kepada Allah dari karuniaNya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”. Q.S. Al-Nisa’:32

 

Mengapa seorang wanita harus menutup aurat ?

  • Menghindarkan Diri Dari Dosa Akibat Mengumbar Aurat
  • Menghindari Fitnah, Tuduhan Atau Pandangan Negatif
  • Mencegah Timbulnya Hawa Nafsu Lawan Jenis Maupun Sesama Jenis
  • Menunjukkan Diri Sebagai Bukan Perempuan Murahan
  • Melindungi Tubuh dan Kulit dari Lingkungan
  • Mencegah Rasa Cemburu Pasangan Hidup Kita
  • Mencegah Terkena Penyakit dan Gangguan Kesehatan
  • Melindungi diri Kita Dari Berbagai Tindak Kejahatan
  • Menutupi Aib Rahasia Yang Ada Pada Diri Kita

 

Oleh karena itu, feminisme bukanlah pilihan yang bijak dan benar untuk memajukan dan mengangkat martabat perempuan. Islam adalah agama yang sempurna, yang didalamnya terdapat konsep yang utuh tentang perempuan. Menjadi tugas yang penting bagi umat Islam untuk memahami konsep dan menerapkannya dalam kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat. Dengan demikian, umat Islam tidak perlu “melirik” ideologi lain guna memecahkan masalah perempuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

www.000webhost.com