[MUTIA] Kajian Kemuslimahan FMIPA: Kartini : Muslimah Pengukir Sejarah

MUTIA yang dilaksanakan pada Jum’at tanggal 20 April 2018 bertema Special Kartini Day dengan judul “Kartini: Muslimah Pengukir Sejarah” dihadiri oleh peserta, yang dibuka oleh Fitria Eka dan Fatimah selaku MC yang selanjutnya dilakukan pembacaan kitab suci oleh Salma Amalia untuk menambah keberkahan dari kegiatan yang Insyaa Allah dipenuhi berkah ini. Selanjutnya, acara diserahkan kepada kak Retno Wulandari selaku pembicara untuk menyampaikan materi mengenai tema Kartini Day.

Mahasiswi yang pertama di Eropa adalah Aletta Henriette Jacobs, yang diizinkan masuk university of Groningen tahun 1871 sedangkan di kerajaan Aceh Darussalam Laksamana Keumalahayati lulus Akademi Militer Biang Perak pada tahun 1500an.

Sangatlah terkenal perjuangan kaum Suffragettes di Amerika dan Eropa pada abad ke 19 yang rata-rata mereka baru diberi hak pilih di awal abad 20. Amerika bahkan di tahun 1920. Sementara di Nusantara, kerajaan Aceh Darussalam memberikan 18 kursi parlemennya untuk para wanita di abad 17.

Di taun 1917, saat perempuan Eropa melakukan demonstrasi bertajuk ‘Bread & Piece’ sebagai bentuk protes ketertindasan dari kaum perempuan disana. Di tahun yang sama Organisasi Aisyiyah yang di bentuk Nyai Dahlan atau Siti Walidah di resmikan (22 April 1917) yang dahulunya bernama Solo Tresno yang dibentuk pada 1914.

Kiprah Kartini Muslimah di Indonesia:
1. Nyai Ageng Pinatih
2. Laksamana keumalahayati
3. Ratu Kalinyamat
4. Roro ayu mas semanglan
5. Sang Carik Estri
6. Nyai Dahlan

Banyak muslimah yang berkontribusi besar seperti menjadi laksamana, pemimpin, mendirikan sosial politik.

#Semogabermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

www.000webhost.com