[MUTIA] Kajian Kemuslimahan FMIPA: Agar Shalat Semanis Coklat

MUTIA yang dilaksanakan pada Jum’at tanggal 14 April 2018 ini bertema Fiqih Shalat Wanita Edisi 1 dengan judul “Agar Shalat Semanis Coklat”. Dihadiri oleh 37 peserta, yang dibuka oleh Ami Amaliah selaku MC yang selanjutnya dilakukan pembacaan kitab suci oleh kak Witri untuk menambah keberkahan dari kegiatan ini. Selanjutnya, acara diserahkan kepada kak Siti Nurul Hidayah selaku pembicara untuk menyampaikan materi mengenai tema Fiqih Shalat Wanita Edisi 1.

Shalat secara bahasa adalah do’a
Tertera dalam Q.S At Taubah ayat 103
Menurut syariat , shalat adalah ekspresi dari berbagai perkataan yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam, disertai niat.

HIKMAH SHALAT (P3ICK)

1. Penghubung

Secara manusiawi, ketika ingin melakukan atau mempelajari sesuatu, kita juga ingin tau manfaatnya. Shalat diibaratkan coklat sebagai bentuk ungkapan cinta Allah kepada hamba-Nya

• Al Fatihah dibagi menjadi 2 bagian, ada bagian Allah dan bagian kita. Ketika kita membaca Al Fatihah:
-‘Bismillahirrahmanirrahim’ (Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)
Lalu Allah menjawab, “Sungguh hambaku telah memujiku.”
– ‘Alhamdulillahirabbil’alamin’ (Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam)
Lalu Allah menjawab, “Sungguh hambaku telah memujiku.”
– ‘Arrahmanirrahim’ (Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang)
Lalu Allah menjawab, “Sungguh hambaku telah memujiku.”
– ‘Maalikiyaumiddiin’ (Pemilik hari pembalasan)
Lalu Allah menjawab, “Sungguh hambaku telah memujiku.”
– ‘Iyyakana’budu waiyya kanasta’iin’ (Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan)
Lalu Allah menjawab, “Bagi hambaKu apa yang ia minta.”
– ‘ihdinasshiraatalmustaqiim. Shiraathalladziina an’amta ‘alaihim ghairilmaghduubi ‘alaihim waladdhaalliin’ (Tunjukilah kami jalan yang lurus. Yaitu jalan orang orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya, bukan jalan mereka yang dimurkai, dan bukan pula jalan mereka yang sesat)
Lalu Allah menjawab, “Bagi hamba-Ku apa yang ia minta.”

 “Sesungguhnya seseorang dari kamu jika sedang shalat, berarti ia sedang bermunajat (berbisik-bisik) dengan Tuhannya” (H.R. Bukhari)

2. Penolong
• “Jadikanlah shalat dan sabar sebagai penolongmu” (Q.S. Al Baqarah ayat 153)
• Orang muslim ketika sedang ada masalah, maka dirikanlah shalat. Meminta keterlibatan Allah dalam mengatasi masalah.

3. Isolator dari maksiat
• “Dan dirikanlah shalat, sesungguhnya shalat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar.” (Q.S Al Ankabut ayat 45)

4. Cahaya di Padang Mahsyar
“Shalat adalah cahaya.” (H.R Muslim)

5. Kebahagiaan dan penyejuk hati
“Dijadikan penyejuk hatiku di dalam shalat.” (H.R Ahmad)

6. Penghapus Dosa
•Shalat sebagai fasilitas untuk menggugurkan dosa kita satu persatu.

HUKUM BAGI MUSLIMAH YANG MENINGGALKAN SHALAT
• Menurut ijma’, seorang muslimah yang meninggalkan shalat tetapi sudah ingkar (tidak merasa shalat adalah kewajiban) maka termasuk kafir dan keluar dari Islam
• “Barang siapa meninggalkan shalat fardhu dengan sengaja, maka ia telah terlepas dari tanggung jawab Allah.” (H.R Ahmad)

FARDHU SHALAT
Shalat yang difardhukan ada 5, wajib bagi setiap muslimah yang sudah baligh dan berakal sehat, kecuali sedang haid dan nifas
• Yang harus ditanamkan atau diajarkan kepada adik atau anak kita kelak adalah bukan hanya menyuruh shalat, tapi beri tahu manfaat shalat mengapa kita harus mengerjakan shalat. Sehingga adik atau anak kita tahu apa yang sebenarnya sedang dikerjakan.

TIDAK BOLEH MENGAKHIRI WAKTU SHALAT

“Maka celakalah orang yang shalat. Yaitu orang orang yang lalai dalam shalatnya.” (Q.S Al-Maun)

Dalam tafsir Ibnu Katsir:
1. Lalai tidak mengerjakannya di awal waktu
2. Lalai tidak melakukan rukun rukun dan syarat syarat menurut cara yang telah ditetapkan
3. Lalai dengan tidak menjaga kekhusyuan shalat
4. Lalai dengan tidak merenungkan makna bacaan bacaan shalat

SYARAT SHALAT
1. Suci (badan,tempat, pakaian)
2. Shalat pada waktunya
3. Menutup aurat dalam shalat. Bagi wanita dari ujung rambut sampai kaki kecuali muka dan telapak tangan
4. Menghadap kiblat

PENUTUP

“Agar shalat semanis coklat maka mari nikmati ia sebagai bukti cinta Allah kepada kita. Seperti kita menikmati cokelat di setiap gigitannya. Ada makna di setiap rasa manis. Biarkan ia terus melelehi hati kita, menumbuhkan cinta dan terus menyuburkannya, karena shalat adalah balasan cinta kita pada Sang Maha Pencipta.”

#Semogabermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

www.000webhost.com