[KISS] Kajian Islam kamiS Sore: Tadabbur Surat Al-Insyirah: Satu Kesulitan Dua Kemudahan

Kajian Islam kamiS Sore  pada hari Kamis, 29 Maret 2018 dimulai sekitar pukul 16.00 WIB. Tema yang diangkat pada KISS kali ini, yaitu mengenai Tadabbur Surat Al-Insyirah: Satu Kesulitan Dua Kemudahan oleh Ust. Fajar Tri Nugroho. Kajian dibuka oleh MC dan dilanjutkan dengan pembacaan tilawah.

Kajian dimulai dengan tips agar do’a di permudah pengabulannya: JANGAN DO’A SENDIRI.

  • Biasanya mahasiswa do’a tentang akademik. Jika berdo’a, do’akan juga teman kita yang IP-nya dibawah kita.
  • Membaca Al-Qur’an itu harus tartil. Tartil dibagi menjadi 3 : makhrajnya benar, bunyinya tepat, sifatnya pas.

Di surah Al-Insyirah banyak huruf ك dalam bahasa Arab menunjuk ‘kamu’ (Nabi Muhammad SAW). Surah ke 94. Surah ini tidak bisa dilepaskan dari surah Ad-Dhuha. Lihat asbabun nuzulnya, Baginda Muhammad ketika turun surah terakhir ‘Muzammil’ setelah itu tidak turun wahyu lagi. Nabi mondar mandir kebingungan berharap agar dapat wahyu lagi. Lalu dipertengahan bulan, turun surah Ad-Dhuha ayat 1-3. Wahyu yang diturunkan pun saat itu tidak hanya satu tapi banyak. Nabi Muhammad SAW merasa sangat senang waktu turunnya wahyu.

Ayat 1 ditafsirkan, waktu Dhuha itu sekitar 15 menit setelah Syuruk. Dhuha dijadikan pembeda dari lail (malam).

  1. Demi waktu Dhuha dimaksudkan demi yang sedang berbahagia
  2. Dan demi malam yang gelap gulita و dalam bahasa arab, menunjukkan kata penghubung ‘dan’ yang berubah menjadi sumpah yang bermakna. Biasanya jika diawali dengan sumpah pasti ada sesuatu yang “Wah”
  3. Tidaklah engkau ditinggalkan dalam keadaan gila.

Diturunkan ayat ini karena Nabi merasa kebingungan yang luar biasa karena sudah lama tidak mendapat wahyu.

 

Lalu turun surah Al-Insyirah

{أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ}

Bukankah kami telah melapangkan dadamu.

“Kebahagiaan yang hakiki bukan di harta yang melimpah, bukan IP yang bagus, sejatinys kebahagiaan yang hakiki adalah ketika hati kita lapang”

Ikhlas itu tidak bisa dilihat oleh panca indera tapi dilihat dari Amalnya.

ف

 artinya kalimat hubung tanpa jeda

ثم،و،ف

Kalau bingung lagi baca Al-Qur’an mau meneruskan bacaan, bisa mulai di ketika kata itu.

{فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا}

Sesungguhnya setelah kesulitan ada kemudahan.

Konsepnya bukan ‘setelah’ tapi BERSAMA kesulitan ada kemudahaan. Maksudnya jika hati kita merasa lapang ketika kita dikasih masalah langsung di kasih solusi. Tapi ada syaratnya, Lihat surah An-Nahl-96 liat terjemahan.

Kalau sudah selesai masalah satu, lalu kerjakan yang lain. Fokus dulu dengan satu masalah.

Kenapa pake Rabbi? Rabbi mempunyai 3 arti sekaligus yaitu Memelihara,Merawat, dan Mengampuni dosa kita.

Kalau berdo’a sebut nama Allah sesuai kebutuhan.

 

Dalam tadabbur yang kita harus paham :

  1. Meridhoi setiap kenyataan yang ada. Bersyukur dalam setiap keadaan.

  2. Membebaskan perkara diri dengan iman keimanan –> kepercayaan pada sesuatu yang ghaib. Ada perkara langsung benahi Iman.

  3. Menyenangi dan mencintai kebenaran & bukan kemaksiatan.

  • Sabar dalam ketaaatan

  • Sabar dalam meninggalkan maksiat

  • Sabar dalam ridho akan takdir Allah

 

Fokus selesaikan satu urusan, sesudahnya jangan berleha-leha. Nabi Muhammad beristirahat jika semua organ tubuhnya di jamin surga. Umar bin Khattab, istirahat itu dalam waktu ibadah.

“Kalau hati lapang segala urusan hadapin dengan senyuman. Kalau hati lapang solusi langsung depan mata”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

www.000webhost.com