[KISS] Kajian Islam KamiS Sore: Syirik Asghar

Hari, tanggal : Kamis, 8 November 2018
Tema : Syirik Asghar
Pembicara : Ustad Zargoni Alwy Ahmad
Tempat : MNI

Nikmat yang tidak boleh kita lupakan adalah iringannya, ketika kita sudah diberi nikmat iman dan islam, yaitu nikmat sehat. Bersyukurlah kita yang masih diberikan sehat serta melakukan nikmat untuk melakukan hal-hal kebaikan.
Q.S. Lukman : tugas yang harus kita lakukan adalah bersyukur. Dan nasihat kedua yang Lukman berikan adaalah janganlah engkau menyekutukan Allah, karena syirik itu dosa besar. Ada 3 tingkatan dosa.
1. Standar,
2. Besar yang masih standar
3. Besar yang sangat besar
Ikhlas artinya memurnikan, bersihkan semua niat kita. Pada zaman Rasulullah, saat awal awal dakwahnya, hal yang dikuatkan oleh beliau adalah aqidah (tauhid). Bagaimana akhirrnya kita memurnikan Allah, bagaimana merubah paradigma bahwa Tuhan kita haanyalah Allah. Kalau tauhidnya tidak kuat, pada saat disiksa oleh majikannya, maka dia akan mudah untuk keluar dari agamanya.
Syirik terbagi 2, syirik besar dan syirik kecil. Syirik besar menyatakan bahwa Allah itu bukan Tuhan, ada Tuhan lain selain Allah. Salah satu syirik besar itu adalah sudah menganggap sesuatu hal lain sebagai sesembahan kita. Syirik besar adalah dia sudah murtad dan dia masuk kedalam nerakanya Allah.
Syirik kecil tidak membuatnya murtad, tetapi mengarah kepada syirik besar.
Q.S. an-nisa : 48, “sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik…..”
Syirik itu sudah tidak ada toleransinya, kalau dia tidak mau bertaubat.
Q.S. Az- Zumar : 53
Kalau dia bertaubat, dia akan mendapatkan rahmat Allah. Merupakan panggilan untuk orang-orang yang berdosa. Kita yang sudah punya dosa banyak yang sudah segunung, masih dipanggil qul ya ibadih (wahai hamba-hambaku). Janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah.
Sesungguhnya Allah mengampuni semua dosa, syaratnya satu yaitu taubat sebelum ajalnya datang. Seperti kisah tentang fir’aun. Sebelum ditenggelamkan, fir’aun mempercayai Tuhannya Musa.
Tetaplah selalu dalam kondisi berbuat baik.
Syirik kecil, tidak merubah status seoraang muslim. Jntuk syirik besar kita tidak diperkenankan sholat.
Syirik kecil : barang siapa yang memiliki keyakinan terhadap sesuatu bahwa sesuatu itu merupakan penyebab sesuatu namun tidak ada dalil ilmiah dan syar’i yang menyebutkan bahwa sesuatu itu dapat menyebabkan sesuatu itu.
Seperti kisah po nari.
1. Pada saat dia masuk syirik kecil, ketika dia masih percaya sama Allah, namun dia percaya bahwa batu tersebut bisa menyembuhkan. Tidak sampai merubah keimanan kita.
2. Orang tersebut berkeyakinan bahwa batu itu yang menyembuhkan, maka itu termasuk kedalam syirik besar.
Lain halnya dengan ketika sakit, lalu ada oarng yang bilang; “ini ada obat, nanti kalau minum obat ini bisa sembuh”. Termasuk syirikkah? Tidak, karena ada dalil ilmiahnya, tapj tetap masih menggunakan dalil syar’inya.
Hal-hal itulah yang harus dihindari.
Contoh kasus lainnya adalah ketika ada orang hamil, mitosnya kalau ada orang hamil, mitosnya pakai gunting yang dilipat dan peniti yang ditusuki bawang putih. Tujuannya agar tidak diganggu jin. Masih percaya sama Allah tapi caranya salah.
Bahasa-bahasa yang kita keluarkan bisa menjadi syirik kecil.
Ibnu masud : “ bersumpah berbohong dengan menyebut nama Allah, lebih saya sukai daripada orang yang jujur bersumpah dengan nama selain Allah”
Kondisi demikian bisa membawa kita pada syirik kecil. Syirik kecil dosanya lebih besar dibandingkan dengan dosa-dosa besar. Maka jangan main-main sama aqidah kita.
Macam-macam syirik kecil :
1. Anggapan sial, misal saat keluar rumah melihat kucing hitam mengatakan bahwa dirinya sial. Takhoyul, manganggap sial terhadap sesuatu
2. Berdoa dikuburan, karena beranggapan bahwa itu salah satu pengabulan doa. Misalnya, dia berdoa diatas makam orang sholeh. Kita boleh minta doa, selama orang tersebut masih hidup. Seperti kisah nabi yang mendoakan pamannya, yang
3. Percaya pada ramalan bintang. Karena dia mempercayai sesuatu yang dibuat manusia.
4. Menisbatkan turunnya hujan karena rasi bintang.
Yang namanya dosa banyak, tapi kebaikan itu tidak kalah banyaknya. Maksudnya saat banyak jenis jenis keburukan, tapi masih lebih banyak kebaikan. Cuman kadang kita lebih memilih keburukan dari pada kebaikan.
Jangan sampai kita terlibat dalam dosa-dosa kecil yang akan mambawa kita pada dosa-doa besar.
Syirik, tidak ada dalil syar’i dan tidak ada dalil ilmiyahnya.
“Siapa orang yang berlebih lebihan, terutama mengejar dunia, maka jahannam tempat kembali. Dan barang siapa yang takut kepada Allah, dan meninggalkan hawa nafsunya, maka syurga tempatnya kembali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

www.000webhost.com