[KISS] Kajian Islam KamiS Sore: Siroh Perang Badar

NOTULENSI KISS
17 Mei 2018

SIROH PERANG BADAR
Ust. Syahril Sidik, S. Ag.

Ramadhan adalah momentum besar kaum muslimin. Ada banyak kejadian besar di bulan Ramadhan. Penaklukan Mekkah, penaklukan Andalusia, diturunkannya Al-Quran, bahkan kemerdekaan Indonesia juga terjadi di bulan Ramadhan. Dapat diambil hikmah bahwa Ramadhan dapat merubah bangsa. Maka bukankah lebih mudah merubah diri kita yang intensitasnya lebih kecil?
Salah satu peristiwa di bulan Ramadhan adalah perang badar, Allah juga menyebutnya dengan yaumul Furqon atau hari yang membedakan, pada perang ini terlihat siapa yang benar-benar taat kepada Allah. Perang badar terjadi pada tahun ke-2 Hijriyah dan ini merupakan satu-satunya perang yang tidak direncanakan.

Alasan kaum muslim merampas kembali hartanya
1. Mutlak milik kaum muslimin, saat hijrah secara sembunyi-sembunyi harta mereka ditinggal di Mekkah agar hijrah mereka tidak ketahuan
2. Tidak ada perjanjian kaum muslimin dan kaum musyrikin adanya gencatan senjata, maka sah saja merebut senjata perang

Upaya mencegah kaum Quraish di lembah badar bocor sehingga Abu Sufiyan meminta pasukan dari Mekkah dan Abu Sufiyan melewati jalur lain melalui pinggir pantai.

Datanglah Abu Jahal di lembah badar meskipun sebelumnya dia sudah mendapatkan info dari Abu Sufiyan bahwa Abu Sufiyan dan pasukannya sudah selamat dari kaum muslimin. Namun Abu Jahal mengatakan biar saja pasukannya tetap berangkat ke lembah Badar agar kaum Arab tahu betapa hebatnya kaum Quraish. Abu Jahal tetap berangkat dengan kecongkakan, sementara kaum muslimin berangkat dengan sedikit ketakutan karena jumlah pasukan yang hanya sepertiganya. Kemudian bertemulah mereka di lembah Badar.
Umat muslim dikatakan menang perang karena pasukan yang meninggal sedikit 70 dari 90-100 orang dan kaum muslimin lebih banyak membunuh musuh dan juga kaum Quraish banyak yang kocar-kacir saat perang.
Ada fakta menarik, seorang pemimpin tidak selalu menuruti keinginannya sendiri. Nabi SAW mengisyaratkan para sahabat untuk berhenti disebuah sumur, lalu ada seorang sahabat bertanya kepada nabi, “wahai nabi apakah ini Ilham dari Allah atau strategi perang dari engkau?” Lalu kata nabi “sungguh ini adalah strategi perang”, kemudian dia mengusulkan “kalau begitu saya usul nabi, kita maju lagi, kita ambil titik sumur yang paling dekat dengan musuh lalu kita kuasai dan kita tutup sumur lain sehingga tidak ada sumber air selain dari sumur yang kita kuasai”.

Dalam berjuang jangan lupakan ikhtiar, kecerdasan kita, pemahaman kita, strategi, dan persiapan kita.
Hikmah yang dapat dipetik:
-Orang Sholeh saja diuji oleh Allah
– harta bukan tujuan utama
– Rasulullah mengedepankan musyawarah
– ruhiyahnya dan kepatuhan kepada Allah menghasilkan Izzah dan kemuliaan
– orang-orang yang melibatkan Allah dalam hidupnya tidak akan ditinggal Allah

#Semogabermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

www.000webhost.com