[KISS] Kajian Islam KamiS Sore: Istidraj

Catatan KISS
ISTIDRAJ
Ust. Agus Supriyatna

Pengertian Istidraj
Dalam hadits Nabi dari ‘Uqbah bin ‘Amir Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Nabi SAW bersabda: Apabila engkau melihat Allah memberikan kepada seorang hamba berupa nikmat dunia yang disukainya padahal dia suka bermaksiat, maka itu hanyalah istidraj belaka, lalu Rasulullah membaca: Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, Maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. (Al An’am: 44). (HR. Ahmad No. 17311)
Begitulah istidraj, sederhananya jika kita melihat Allah memberikan nikmat kepada orang yang senantiasa berbuat maksiat, dan orang tersebut menyukainya maka itu disebut istidraj.

Allah SWT berfirman:

اَفَاَمِنُوْا مَكْرَ اللّٰهِ ۚ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللّٰهِ اِلَّا الْقَوْمُ الْخٰسِرُوْنَ

“Atau apakah mereka merasa aman dari siksaan Allah (yang tidak terduga-duga)? Tidak ada yang merasa aman dari siksaan Allah selain orang-orang yang rugi.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 99)
Apa hubungannya makar dengan istidraj?
Yang dimaksud makar adalah azab, bencana atau musibah yang Allah sembunyikan(tidak terduga-duga)
Istidraj dianggap dosa besar karena merasa aman dari makar Allah

Ciri Istidraj
1. Diberikan nikmat yang banyak tapi dalam kemaksiatan
2. Orang selalu dalam kondisi lalai

Bagi orang yang beriman diberikan nikmat bisa saja itu merupakan sebuah ujian, namun bagi orang kafir diberikan nikmat merupakan istidraj.

Terakhir, sesungguhnya Allah telah memberikan banyak nikmat maka laksanakanlah sholat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah(sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah).
(QS. Al-Kausar 108)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

www.000webhost.com