[KISS] Kajian Islam KamiS Sore: Budaya Konsumtif di Bulan Ramadhan

NOTULENSI KISS
24 Mei 2018

BUDAYA KONSUMTIF DIBULAN RAMADHAN
Ust. Fajar Tri Nugroho, S. Pd

Niat adalah ibadah hati yang buahnya adalah amal, tidak perlu diucapkan. Batasan niat adalah sebelum amal. Niat lebih baik diperbaharui.

Bulan Ramadhan bukan siapa yang paling banyak hatam apalagi bagi yang bukan hafidz Qur’an, tapi seberapa banyak interaksi dengan Al-Quran.

Fokus di Sunnah saat sahur dan berbuka. Pada waktu sahur terdapat keberkahan, diantaranya yang biasanya sulit bangun malam, Allah paksa untuk bangun malam dan jika full bulan Ramadhan sahur maka seharusnya bulan Syawal tetap bisa bangun malam, selanjutnya berkumpul seluruh keluarga sunnah sahur diakhirkan yaitu 50 ayat sebelum adzan, perbanyak dzikir jangan banyak nonton TV, hidangan terbaik saat sahur adalah kurma.

Ada pun Sunnah berbuka, menyegerakan berbuka, tata cara berbuka baca bismillah–> minum–> berdoa. Doa yang baik adalah pertama mengagungkan Allah lalu shalawat kemudian mendoakan kaum muslimin dan muslimat. Hidangan yang terbaik adalah kurma jika tidak ada seteguk air. “Berbuka dengan yang manis” manis yang dimaksudkan adalah kurma dan tidak bisa digantikan yang lain. Jika mau pahala ganda, beri makan orang yang berpuasa.

Perbanyak sedekah. sedekah tidak harus materi, tidak punya batasan. Sedekah itu mengurangi sesuatu yang buruk dan memadamkan dosa.

#Semogabermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

www.000webhost.com