[KISS] Kajian Islam kamiS Sore: Adab Menuntut Ilmu

Jakarta (08/03/2018) Masjid Ulul Albaab mengadakan Kajian Islam kamiS Sore dengan tema Akhlak yang berjudul: Adab Menuntut Ilmu. Kajian Islam kamis Sore Perdana dimulai sekitar pukul 16.00 WIB. Tema yang diangkat pada KISS kali ini,yaitu mengenai Adab Menuntut Ilmu dibawakan oleh Ust. Ronny Setiawan. Kajian dibuka oleh Ikhsan Fadillah selaku MC dan pembacaan tilawah oleh Deni Amirullah.
Kajian diawali oleh Ust. Ronny dengan membahas mengenai keutamaan membaca basmallah pada saat kita mengawali setiap aktivitas yang kita dilakukan.

Ternyata sejatinya bahwa huruf “ba” dalam kata Bismillahirrahmanirrahim dalan kajian Bahasa Arab mempunyai 14 makna. Dua diantaranya, yaitu:
– Untuk meminta pertolongan dari Allah SWT
– Untuk memuliakan Allah SWT

Selanjutnya Ust. Ronny memaparkan mengenai beberapa Adab Menuntut Ilmu yang beliau ambil dari kitab Ta’lim Muta’alim. Beliau membuka kajian dengan sebuah pertanyaan.

“Banyak doktor dan profesor tapi mengapa negeri kita tidak maju-maju? Boleh jadi karena negeri kita kekurangan orang-orang beradab.”

Ust. Ronny menjelaskan, dalam menuntut ilmu terdapat 2 tipe.

  1.  Orang-orang yang berlajar adab dahulu baru mempelajari ilmu pengetahuannya.
  2. Orang yang langsung mempelajari ilmu pengetahuannya.

Dan dari 2 tipe ini, akan menghasilkan 2 output yang berbeda pula. Ust. Ronny juga menjelaskan pentingnya belajar adab sebelum mempelajari ilmu pengetahuan, dikarenakan boleh jadi ilmu sulit diserap karena kita belum tahu adabnya.
Adab Menuntut Ilmu yang dijelaskan oleh Ust. Ronny diantaranya:

1. Wattaqullah (Bertaqwa pada Allah SWT)

Maksudnya sebelum mempelajari pengetahuan kita harus meyakini diri kita bahwasanya Allah SWT adalah satu-satu nya zat yang berpengaruh pada bertambahnya kecerdasan kita.

2. Datang dengan keadaan terbaik

Maksudnya yaitu, dalam menuntut ilmu kita harus datang ke majelis ilmu dengan keadaan diri kita yang terbaik, baik dalam segi penampilan dan yang lainnya.
Ust. Ronny mengambil contoh dari salah satu sahabat Rasul, Umar bin Abdul Aziz, yang mana dalam kesehariannya ketika menuntut ilmu sang Sahabat selalu berpenampilah rapid an bersih. Bahkan dari jauh saja orang-orang dapat mengenali beliau karena wangi parfumnya.

3. Berada diposisi paling depan dan bersikap sopan

Maksudnya yaitu, berada di posisi yang terdekat dengan sumber ilmu yang kita pelajari, dan bersikap sopan.
Lagi-lagi Ust. Ronny memnyebut Umar bin Abdul Aziz sebagai contoh. Bahwa dalam suatu majelas Umar duduk disamping Rasulullah dengan posisi lututnya hingga menempel dengan lutut Rasul. Ini mencerminkan bahwa Umar ingin berada sedekat mungkin dengan Rasul saat menuntut ilmu.
Ust. Ronny juga mengajak para peserta KISS untuk menghapalkan sebuah hadist. Berikut hadist tersebut:

                                                                       من سلك طريقايلتمس فيه علما سهل الله له طريقا الى الجنة

“Man salaka thariqaan yal tamitsu fiihi ‘ilman sahalallahu lahu thariiqan ilal jannah”Artinya: Barang siapa yang menempuh perjalanan dalam rangka menuntut ilmu, maka Allah SWT akan memudahkan jalannya menuju surga “ (H.R. Muslim)

Terakhir, Ust. Ronny menekankan bahwa dalam menuntut ilmu, agar ilmu tersebut mudah diserap, kita tidak boleh mencela guru maupun ilmu yang diajarkan. Dan sebisa mungkin menjauhi kemaksiatan, karena sejatinya kemaksiatan dapat mereduksi iman kita sehingga berimbas pada sulitnya diri kita untuk menyerap ilmu yang dipelajari.
Setelah pemaparan materi, diberikan kesempatan bagi peserta yan ingin bertanya. Terdapat 2 peserta yang bertanya dengan pertanyaan sebagai berikut:
Apakah ketika menuntut ilmu kita diwajibkan untuk bertanya?

Jawaban dari Ust. Ronny: Tidak wajib jika sudah jelas dan mengerti ilmu yang disampaikan. Dan jika ingin bertanya pun ada syaratnya, yaitu mempertanyakan hal-hal yang sifatnya bisa menungkatkan keimanan kita kepada Allah SWT.

Apakah dalam majelis ilmu diperbolehkan untuk izin meninggalkan tempat duluan?

Jawaban dari Ust. Ronny: Sacara adab, jika guru belum meninggalkan tempat majelis ilmu maka kita tidak diperbolehkan untuk meninggalkan tempat tersebut, kecuali jika ada sesuatu yang mendesak dan tidak bisa ditinggal, dengan syarat tidak membuat kegaduhan saat pergi meninggalkan tempat tersebut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

www.000webhost.com