[MUTIA] Kajian Kemuslimahan FMIPA : Yuk Perbaiki Diri

MUTIA yang dilaksanakan pada Jum’at tanggal 13 Mei 2017 bertema fiqih dengan judul “Yuk Perbaiki Diri” dihadiri oleh 53 peserta, yang dibuka oleh Tsaniya dan Risdela selaku MC yang selanjutnya dilakukan pembacaan oleh Salma Madaniyah untuk menambah keberkahan dari kegiatan yang Insyaa Allah dipenuhi berkah ini. Selanjutnya barulah Ustazah Rosmeilani menyampaikan materi.

Sebagai seorang muslimah kita wajib mengerti tentang cara berpakaian, beretika dan bersikap adapun kunci dari semua itu adalah tidak “lebay” (read: berlebihan)

MENJAGA PANDANGAN TERHADAP LAWAN JENIS

Hukum Laki-laki Memandang Perempuan yang Bukan Mahram

“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat” (An-Nur ayat 30)

               Dalam ayat tersebut dapat dipisahkan antara subjek dan objek yang ada di dalamnya, dimana yang berperan sebagai subjek adalah seorang laki-laki dan objeknya merupakan Perempuan. Kenapa demikian? Hal ini karena, ketika seorang laki- laki memandang maka ia dapat berimajinasi bermain dengan logika yang dimilikinya, selain itu juga seorang lelaki tentu saja memiliki nafsu, rasa, khayalan dan logika. Sedangkan yang berperan sebagai objek, yaitu wanita tidak kalah luar biasanya. Karena seorang wanita dapat saja mendatangkan suatu fitnah. Dalam suatu kisahpun diceritakan ketika Nabi Yusuf as yang merupakan utusan Allah SWT yang tentunya saja memiliki keimanan yang kuat hampir goyah ketika digoda oleh Zulaikha.

               Dalam kasus lain, ketika seseorang bercadar yang auratnya sudah tertutup dari ujung kepala sampai ujung kaki dan hanya matanya saja yang terlihat tetap memiliki potensi untuk menimbulkan fitnah karena hanya Allah SWT lah yang mengetahui apa yang sedang dipikirkan oleh seorang laki- laki.

Menjaga Pandangan merupakan Dasar Menjaga Kemaluan

               Al-‘Allamah Ibnul-Qayyim berkata: “Allah memerintahkan Nabi-Nya SAW agar memerintahkan kaum mukminin untuk menundukkan pandangan mereka, dan memberitahukan kepada mereka bahwa Allah menyaksikan amal- amal mereka. Allah berfirman yang artinya “Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati” (QS.Ghaafir: 19). Dan karena awal dari itu semua adalah pandangan. Maka Allah menjadikan perintah menundukkan pandangan lebih dahulu dari pada menjaga kemaluan”.

Apa Laki-laki Boleh Memandang Wanita Ketika Memiliki Kepentingan yang Kuat?

               Seorang laki-laki boleh memandang seorang wanita ketika dalam proses Khitbah (lamaran). Hal ini dimaksudkan agar laki-laki tersebut menjadi lebih yakin dalam meneruskan langkah ke pernikahan. Namun proses ini tentunya saja diwajibkan seorang perempuan tersebut ditemani oleh mahramnya.

Bagaimana Jika dalam Pengobatan?

               Ketika kepentingannya merupakan bertujuan untuk pengobatan, maka diperbolehkan. Namun akan menjadi lebih baik jika seorang pasien perempuan ditangani oleh dokter perempuan, begitu juga bagi pasien laki-laki sebaiknya ditangani oleh dokter laki-laki.

Proses Persidangan?

               Di dalam proses persidangan juga diperbolehkan, karena hal ini menyangkut mencari keadilan dan diusahakan agar tidak memiliki maksud yang lainnya diluar agenda dan keperluan persidangan.

Proses Transaksi?

               Dalam proses transaksi juga diperbolehkan dengan syarat tidak melanggar syariat atau hanya sebatas antara penjual dan pembeli.

Kasus Ketika Menggunakan Jasa Kendaraan Online

               Ketika sedang duduk bersama dengan driver jasa kendaraan online dalam kondisi yang ramai maka hal ini tidak menjadi masalah, tetapi yang terdapat masalah lain yaitu jika seorang perempuan bersentuhan dengan driver jasa kendaraan online yang lebih banyak sorang laki-laki. Adapun cara untuk mencegahnya adalah kita bisa menaruh tas diantara diri kita sendiri dan driver jasa kendaraan online sehingga secara langsung dapat menjdai batas tetapi akan lebih baik jika kita tidak menggunakan jasa kendaraan online dan dapat disiasati dengan kendaraan umum lainnya serta mempekirakan waktu perjalan dengan tepat.

Ketika Menjenguk Lawan Jenis yang Sedang Sakit

               Dalam kasus ini juga dipebolehkan, dengan syarat harus ada mahram yang menemani, tidak boleh berdua-dua, dan seorang wanita walaupun dalam keadaan sakit harus tetap menjaga auratnya. Selain itu juga, setiap laki-laki yang ingin menemui seorang perempuan harus meminta izin terlebih dahulu. Terutama pada waktu- waktu tertentu yaitu ketika sebelum subuh, tengah hari dan sebelum ashar. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat An-Nur ayat 58 yang berarti “Wahai orang- orang yang beriman! Hendaklah hamba sahaya (laki-laki dan perempuan yang kamu miliki), dan orang- orang yang belum baligh (dewasa) di antara kamu, meminta izin kepada kamu pada tiga kali (kesempatan), yaitu sebelum sholat subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari, dan setelah shalat isya. (Itulah) tiga aurat (waktu) bagi kamu. Tidak ada dosa bagimu dan tidak (pula) bagi mereka selain dari (tiga waktu) itu; mereka keluar- masuk melayani kamu, sebagian kamu atas sebagian lain. Demikianlah Allah menjelaskan ayat- ayat itu kepadamu. Dan Allah Maha Mngetahui, Maha Bijaksana”

Hukum Wanita Memandang Pria

               Hukum dalam kasus ini adalah sama seperti pada laki-laki. Hanya saja perbedaan sangat jelas terjadi pada alur pikiran laki-laki dan perempuan serta seorang perempuan ketika melihat sesuatu yang tidak biasa maka rasa itu hanyalah bentuk kekaguman bukan rasa cinta.

Selanjutnya dilakukan pemberian hadiah kepada lima orang pendatang pertama dan pemberian bingkisan kepada pemateri oleh Kak Lifa selaku kepala departemen keputrian MUA. MUTIA pun ditutup oleh MC dengan pembacaan hamdalah, istighfar dan do’a penutup majelis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

www.000webhost.com