[MUTIA] Kajian Kemuslimahan FMIPA : “The Impact of Islamophobia on Muslimah”

               MUTIA yang dilaksanakan pada Jum’at tanggal 19 Mei 2017 bertema isu kemuslimahan dengan judul “The Impact of Islamophobia on Muslimah” dihadiri oleh 51 peserta, yang dibuka oleh Aninda dan Risdela selaku MC yang selanjutnya dilakukan pembacaan oleh Hana Nursakinah untuk menambah keberkahan dari kegiatan yang Insyaa Allah dipenuhi berkah ini. Selanjutnya, acara diserahkan kepada Maryana Indah Sari sebagai moderator dan kemudian barulah ka Ummu Kultsum menyampaikan materi mengenai isu kemuslimahan yang sampai saat ini ada dan terus berkembang.

Apa itu Islamophobia?

               Menurut kamus oxford, kata Islamophobia terdiri atas dua kata yakni Islam dan phobia yang memiliki arti kebencian, ketidaksukaan, prasangka, ketakutan terhadap muslim terutama pada bidang politik dan budaya. Menurut indeks pencarian Google, setiap tahunnya pencarian kata Islamophobia terus meningkat.

Kapan Kata “Islamophobia” Berkembang di Dunia?

               Pada tahun 1980 kata Islamophobia sudah mulai ada. Namun, kita tentu saja tahu bahwa ketika zaman Rasulullah SAW hidup banyak sekali cacian, makian, hinaan dan hal buruk lainnya yang dialami oleh Rasulullah SAW. Hal ini tentu saja mengindikasikan bahwa Islamophobia sudah ada sejak zaman dahulu.

               Kata ini menjadi semakin terkenal ketika terjadi peristiwa WTC yang sampai saat ini diperingati dengan Internasional burn a koran day, munculnya sekelompok orang yang menamakan dirinya adalah ISIS yang merupakan objek utama para pemburu teroris internasional, serta kemenangan presiden Amerika terbaru, yaitu Donald Trump, yang memiliki kebijakan khusus terhadap warga Amerika yang beragama islam.

Fakta- Fakta Peristiwa Islamophobia di Dunia

               Beberapa kasus yang menjadi sorotan dan disebut dengan Islamophobia. Kasus tersebut yakni Pelecehan (390 kasus), intograsi secara paksa oleh FBI (334 kasus), ketidakadilan dalam perkerjaan (281 kasus), dan penolakan dalam akomodasi keagamaan (180 kasus).

               Situs www.cair.com mengungkapkan bahwa terdapat kasus lain yang berkaitan dengan Islamophobia seperti kasus yang berhubungan dengan etnis (771 kasus), jilbab (346 kasus), aktivitas muslim (240 kasus), nama (167 kasus), dan tempat ibadah (133 kasus). Sedangkan dalam data yang dikeluarkan oleh OIC terdapat peristiwa lain seperti insiden masjid (dinding masjid di corat-coret), intoleran, penodaan terhadap kuburan Islam serta insiden yang berhubungan dengan cadar atau niqab. Adapun kasus terbesar yang pernah terjadi sepanjang sejarah adalah seperti yang terjadi di negara Myanmar dan Thailand.

Bagaimana dengan Islamophobia Terjadi di INDONESIA?

               Islamophobia juga sudah menjangkit bangsa Indonesia bahkan menjangkit seorang muslim. Adapun bentuk kasus yang terjadi adalah seperti dalam media sosial, pembubaran pengajian, diskriminasi ormas, pembubaran ormas, dan sosialisasi. Selain adanya Islamophobia di Indonesia, juga terjadi kritanophobia, yakni ketakutan terhadap sesuatu hal yang berhubungan dengan agama kristen. Hal ini terjadi karena negara Indonesia merupakan negara yang heterogen dengan banyak agama, sehingga menyebabkan isu yang berkaitan dengan agama merupakan isu yang sensitif.

               Hal-hal yang dapat dilakukan dalam menghadapi Islamophobia yang sedang terjadi adalah kita sebagai seorang muslim harus ramah dan terbuka dengan tetangga, bersabar dengan setiap perilaku negatif yang dihadapi, aktif dalam segala kegiatan masyarakat, dan aktif dalam kegiatan politik.

               Hikmah yang terkandung pada materi hari ini adalah kita sebagai seorang muslim harus mengetahui isu kemuslimahan baik di tingkat nasional maupun internasional. Setiap orang muslim merupakan saudara untuk muslim lainnya dan kita memiliki kewajiban untuk meringankan beban yang dirasakan oleh saudari kita di luar sana dengan usaha berbentuk apapun, walaupun hanya dengan do’a yang menjadi selemah-lemahnya iman dalam berikhtiar.

               Rangkaian selanjutnya adalah pengumuman tentang Soft skills class yang Insyaa Allah akan dilaksanakan pada tanggal 23 Mei 2017 dan promosi pre-order Maisyah MUA yang dilanjutkan dengan pemberian hadiah kepada lima orang pendatang pertama dan pemberian bingkisan kepada pemateri oleh Kak Lifa selaku kepala departemen keputrian MUA. Mutia pun ditutup oleh MC dengan pembacaan hamdalah, istighfar dan do’a penutup majelis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

www.000webhost.com