[MUTIA] Kajian Kemuslimahan FMIPA : “Ada Apa Dengan Cinta?”

Dilaksanakan pada hari Jum’at 3 Maret 2017 yang bertempat di Gd. Dewi Sartika ruang 707 dan dihadiri oleh 180++ peserta akhwat

Bersama dua pembicara yang luar biasa yaitu :

  1. Kak Dwi Fitri (Kaput MUA 2014)
  2. Kak Putri Widya Utami (Kabir Keputrian MUA 2015)

Dan tak kalah penting dipandu oleh moderator kece yaitu Kak Retno Wulandari (Kaput MUA 2017)

Hal pertama yang harus kita ketahui adalah Apa definisi atau pengertian dari CINTA?

Menurut Kak Putri atau biasa dipanggil dengan sebutan Ka PWU, beliau mengutip dari beberapa Tokoh yaitu Ustadz Salim Afillah dalam bukunya yang berjudul “Menggali Ke Puncak Hati”, cinta adalah energi yang membuat orang yang mencintai memiliki tatapan cinta kepada yang dicintainya.” Energi cinta ini mampu menghilangkan segala resah dan gelisah dengan hanya mendengar sang kekasih yaitu, hanya dengan mengingat Allah hati mu akan menjadi tentram.

Ustadz Rahmat Abdullah :

“Cinta adalah sesuatu yang akan meminta segalanya darimu, bangunmu, tidurmu, berjalanmu, mimpimu, bahkan mimpimu pun isinya tentang orang yang dicintai.”

Ustadz Anis Matta :

“Seperti angin membadai. Kau tak melihatnya. Kau merasakannya. Merasakan kerjanya saat ia memindahkan gunung pasir di tengah gurun. Atau merangsang amuk gelombang di laut lepas. Atau meluluhlantakkan bangunan-bangunan angkuh di pusat kota metropolitan. Begitulah cinta. Ia ditakdirkan jadi kata tanpa benda. Tak terlihat. Hanya terasa. Tapi dahsyat”.

Lalu definisi cinta menurut Ka fitri yaitu, cinta itu ibarat matematika seperti tanda titik yang nilainya dot atau kali, maka cintaku pada dakwah mampu mengalihkan semangat menjadi berkali-kali dan aku belajar tentang cinta pada mereka yang membuat ku jatuh cinta. Cinta itu seperti bilangan intimit yang real atau tak hingga dan cinta ku pada dakwah atau orang-orang yang membuatku jatuh cinta seperti bilangan (n) yang dibagi dengan angka nol / tak terhingga, karena cinta itu mampu memberikan banyak tapi jarang untuk meminta sehingga banyak yang diberikan oleh cinta. Cinta dari Sang Maha Pencipta banyak yang Ia berikan kepada kita tapi sedikit yang Allah minta dari kita, maka apa yang Allah berikan yaitu nikmat yang tiada terhingga.

Selanjutnya hal kedua yang perlu kita ketahui yaitu mengenai Fenomena cinta bagi anak-anak sekarang dalam memahami makna cinta :

Kak Fitri mengatakan bahwa ada dua sisi dimana cinta dapat menjadi musibah dan juga dapat menjadi berkah. Cinta menjadi musibah hanya satu penyakitnya “Wahn” artinya cinta dunia dan takut mati, mayoritas kebanyakan pemuda di zaman sekarang terkena penyakit itu. Berbeda dengan anak-anak kecil di Palestina yang berusia 5 thn, 7thn, ketika pasukan Israel datang membombardir, apakah mereka lari? Tentu tidak, mereka mengungkapkan cinta terhadap Islam dengan memilih mati syahid, mengorbankan jiwanya untuk Sang Pencipta. Di Indonesia banyak sekali yang beranggapan seperti orang-orang barat mengatakan bulan Februari adalah bulan cinta dan ternyata menurut survei tahun 2015 lebih dari 50% pemuda-pemudi yang ada di Indonesia sudah tidak virgin, untuk umur SD, SMP bahkan ada remaja SMA yang melakukan aborsi. Seperti itulah ada yang meletakkan cinta sebagai berkah dan musibah.

Menurut Ka PWU pada tahun 2012 ada sebuah konspirasi dimana ada toko yang menjual coklat dan berhadiah alat kontrasepsi ini adalah sebuah fenomena yang mengerikan bukan. Ingatlah kutipan berikut ini, Ali bin Abi Thalib mengatakan : “Dia yang mencintaimu tidak akan membiarkan kamu melakukan dosa”, seseorang yang mencintai mu tidak akan membiarkan mu melakukan kesalahan apalagi berbuat dosa, mulai sekarang jangan move on tapi langsung move up mendekati yang punya langit bumi dan seisinya. Dan jangan sampai kita membiarkan saudari kita yang melakukan perbuatan dosa seperti halnya pacaran.

Pertanyaan yang tak kalah penting dari sebelumnya yaitu, apa dampak negatif dari memahami cinta yang salah?

Dampak negatif yang dikatakan oleh ka PWU adalah mengenai Penyakit Cinta (Al-Isyiq) yaitu cinta gila, ketika salah memproporsiakan cinta di hati kita bisa menjadi cinta gila. Penyakit ini akan menimpa orang yang berhati kosong. Menempatkan cinta selain Allah atau terlalu meninggikan makhluknya merasa tenang kepada makhluk Allah akan membuat Allah cemburu, seperti dalam hadist berikut :

Abu Hurairah radhiyallahu’anhu meriwayatkan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya Allah merasa cemburu. Dan seorang mukmin pun merasa cemburu. Adapun kecemburuan Allah itu akan bangkit tatkala seorang mukmin melakukan sesuatu yang Allah haramkan atasnya.” (HR. Bukhari dan Muslim, lihat Syarh Muslim li an-Nawawi [9/28] cet. Dar Ibnu al-Haitsam Tahun 2003)

Merasa tenang pada selain Allah, senang bermaksiat dan menggantikan posisi Allah dibawah makhluknya akan membuat hati mati, ciri hati mati adalah ketika kita mendengar atau menyebut nama Allah hati kita tidak bergetar. Kuncinya adalah hati kita harus ada yang mengisi dan sebaik-baik pengisi adalah Allah subhanahu wa ta’ala. Menurut ka Fitri, cinta itu qhodar atau ketetapan yang sudah Allah tulis dan menyikapi cinta adalah pilihan diri kita sendiri yang pastinya kelak akan dipertanggungjawabkan. Ada sebuah kisah yang digambarkan dalam Asbabun nurut hadist yang pertama yaitu tentang niat, dikisahkan seorang pemuda penghafal Al-Qur’an yang begitu taat kepada Allah dan Rasul-Nya ketika bertemu seorang putri raja yang cantik jelita sehingga membuat pemuda tersebut jatuh cinta, ketika ia ingin menjadikan putri tersebut sebagai istri satu-satunya lalu wanita tersebut mengatakan “aku ingin menikah dengan mu asal kau meninggalkan agamamu”, lalu pemuda tersebut kertas dari agamanya karena cintanya yang buta dan matinya hati yang dapat merusak keimanan. Saudariku rawatlah cintamu pada ilahi Rabbi agar cukup Allah yang mencukupkan rasa cinta dalam dadamu.

Terakhir pertanyaan yang sangat penting yaitu, “Bagaimana cinta yang diridhoi Allah swt dan cara mengelola cinta dengan baik?”

Kak PWU menjawab, jangan pernah menyimpan harap kepada cinta yang selain Allah dan berhati-hatilah menyimpan cinta kepada selain Allah jangan sampai ia tergelincir sehingga meletakkan cinta kepada Allah dibawah makhluk-Nya. Imam Syafi’i mengatakan,

“Jika kamu berharap kepada seseorang maka Allah akan timpakan kepadamu pedihnya rasa pengharapan.”

Saudariku, Allah tidak ingin hamba-Nya berharap pada selain Dia. Kecewa yang kita rasakan adalah cara Allah menjaga kita, Allah kasih kita rasa kecewa agar kita balik ke Allah dan hanya berharap kepada-Nya. Yang menarik adalah ketika seorang yang menaruh hati kepada yang bukan muhrimnya sehingga ia patah hati, rasa sakit dan kecewa itu tergantung kadar penghianatan ke Allah, maka obatnya adalah dekati Allah. Lalu bagaimana cinta yang diridhoi oleh Allah yaitu dari tingkatan cinta yang pertama adalah tatayum (penghambaan diri kita kepada Allah), ketergantungan kita hanya kepada Allah. Semua cinta-cinta lain seperti cinta kepada ayah dan ibu itu harus bermuara ke Allah subhanahu wa ta’ala, dan cinta yang lain hanya untuk menjadi jalan untuk makin cinta ke Allah.

Sekarang jawaban dari ka Fitri sendiri adalah tingkatan cinta ada dalam surah At-Taubah ayat 24 bisa di cek sendiri. Kecintaan kita kepada Allah dan Rasul harus diatas kecintaan kita kepada orang-orang yang beriman dan diri kita sendiri. Dan menyikapi soal cinta, mencintailah karena Allah yaitu cintai dia karena cinta mu kepada Allah, maka kau akan cari hak dan kewajibanmu untuk terus mencintainya karena Allah.
Seperti hadist arbain yang berbunyi,

“cintai saudaramu seperti kamu mencintai dirimu sendiri.”

Tumbuhkanlah rasa cintamu hanya karena Allah, bersama Allah dan hanya untuk Allah, hingga orang-orang yang saling mencintai bertemu dan berpisah hanya karena Allah.

Wallahu A’lam Bishawab….

Alhamdulillah itulah pembahasan tentang CINTA yang disampaikan oleh dua pembicara kita yang masyaaAllah, semoga bisa bermanfaat dan menjadi sebuah pelajaran yang berharga untuk kita semua. Aamiin…

2 tanggapan untuk “[MUTIA] Kajian Kemuslimahan FMIPA : “Ada Apa Dengan Cinta?”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

www.000webhost.com