[KISS] Kajian Islam kamiS Sore : YUK jadi GAUL, BERANI?

Jakarta (07/09/2017) Masjid Ulul Albaab mengadakan Kajian Islam kamiS Sore dengan tema Akademik & menjadi mahasiswa ideal dengan judul: YUK jadi GAUL, BERANI?

Kajian Islam kamiS Sore dimulai pada pukul 16.00 WIB dan mengundang Ust. Fajar Tri Nugroho sebagai pembicara, bertempat di Masjid Nurul Irfan. Terhitung sebanyak 141 Peserta yang menghadiri kajian kamis sore itu. Kajian dibuka dengan tilawah bersama yang dipimpin oleh M. Fauzi Ramadhan. Selanjutnya ustadz Fajar memulai materi dengan pembicaraan tentang Mahasiswa Ideal.

Ideal dalam bahasa Fisika itu artinya tidak ada yang nyata. Karena Ideal adalah kondisi sempurna dan tidak boleh ada kesalahan. Dalam bahasa manusia adalah seperti Rasul atau seperti Alumni perang Badar yang ucapannya adalah kebenaran dan kesalahannya diampuni.

ذٰ لِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيْهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَ
“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 2)

Ust. Fajar mengatakan jika ingin menjadi ideal dalam hidup ini, maka peganglah buku panduan yang ideal juga yang tidak mungkin rusak dan dijaga oleh Dzat yang paling terbaik menjaganya yaitu Allah swt. Sebaik-baiknya teladan adalah Rasulullah SAW. Rasul mengatakan “jikalau kalian tidak bisa mengikutiku, maka ikutilah kedua sahabatku yaitu Abu Bakar dan Umar bin Khattab”. Menurut Ust. Fajar keinginan menjadi ideal/melakukan yang Rasulullah lakukan setia harinya, dipahami Allah dan RasulNya sangat sulit. Ideal yang dimaksud Ust. Fajar adalah ketika merencanakan strategi kehidupan lalu pegang teguh lalu jalani dan jangan dengarkan apa kata orang, yakinlah dengan apa yang sudah dipegang bahwa itu sudah dibuat dengan tuntunan islam dan yang terpenting itu adalah ideal untuk diri sendiri. Ideal dapat diartikan meningkatkan kapasitas yang dimiliki. Mahasiswa ideal adalah mahasiswa yang tidak terbawa oleh arus oleh yang lainnya atau punya jalurnya sendiri. Untuk menjadi mahasiswa ideal, ada 10 Muwashofat/Kepribadian muslim yang mencirikannya yaitu :

  1. Salimul Aqidah (Aqidah yang bersih)
    Jangan lebih takut pada dosen daripada takut pada Allah swt. Takutlah dengan sang Pencipta, bukan pada makhluknya.
  2. Shohihul Ibadah (Ibadah yang benar)
    Syarat diterimanya suatu ibadah :
    – ikhlas
    – tuntunan dari Nabi
    Bedanya ibadah dan muamalah :
    – ibadah : semua ibadah itu makruh/tidak boleh dilakukan kecuali ada perintahnya. Dalam ibadah yang dicari adalah perintahnya.
    – muamalah : berhubungan dengan halal/haram dan berhubungan dengan manusian. Yang dicari adalah larangannya.
  3. Matinul Khuluq (Akhlak yang kokoh)
    Yang pertama kali Rasulullah dakwahkan bukanlah Sholat, tapi akhlak.
  4. Qowiyyul Jismi (Kekuatan Jasmani)
    Mahasiswa harus Kuat Jasmaninya. Yang kuat yang bertahan, yang lemah yang mati. Seperti dalam memilih jurusan, jangan sampai merasa salah masuk/memilih jurusan.
  5. Mutsaqqoful Fikri (Intelektual dalam berpikir)
    Melihat sesuatu secara berbeda, bukan seperti anak sekolah lagi. Melihat kebaikannya, keburukannya, kesalahannya, serta akibatnya.
  6. Mujahadatun linafsihi (Berjuang Melawan Hawa Nafsu)
    Setan dapat menggoda melalui :
    – Syubhat (bagian perut) : obatnya adalah ta’lim/majelis ilmu/mentoring ( berpikir tentang ilmu)
    – Syahwat (bagian perut kebawah) : dapat diobati dengan iman yaitu senantiasa mendekatkan diri pada Allah swt. (Contoh : puasa dapat menjaga dari semua dan setan juga terbelenggu)
  7. Harishun ‘ala waqtihu (Pandai Menjaga Waktu/manajemen waktu)
    Saat berada didalam kelas, fokuslah pada mata kuliah/akademiknya. Sedangkan ketika berada diluar kelas, fokuslah dengan organisasinya. Jangan bawa urusan akademik dalam organisasi maupun sebaliknya.
  8. Munazhzhamun fi syu’unihi (Teratur dalam suatu urusan)
    Seperti membuat targetan per semester dan melakukan evaluasi terhadap targer tersebut pada pertengahan semester.
  9. Qodirun ‘alal kasbi (mandiri)
    Mahasiswa harus memiliki kemampuan usaha sendiri.
  10. Bermanfaat bagi orang lain.
    Makna berprestasi bukanlah karena nilai ip tinggi, tetapi makna berprestasi adalah dengan bermanfaat bagi orang lain. Seperti sabda Rasulullah saw. Sebaik-baiknya orang adalah yang bermanfaat bagi orang lain

Kemudian Ust. Fajar mengatakan bahwa Kita bisa Lelah karena Tidak Lillah. Semua harus Lillah, karena jika tidak Lillah maka tidak akan Allah turunkan bantuan untuk kita.

Kemudian Kajian Islam kamiS Sore dengan judul “YUK jadi GAUL, BERANI?” ditutup pada pukul 17.45 WIB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

www.000webhost.com