Kajian Islam kamiS Sore : Ketika Aku Jatuh Cinta

Download materi : Wido Supraha – Ketika Aku Jatuh Cinta

Jakarta (23/03/2017) Masjid Ulul Albaab mengadakan Kajian Islam kamiS Sore dengan judul: Ketika Aku Jatuh Cinta

Kajian Islam kamiS Sore kali ini mengundang Ustadz Wido Supraha sebagai pembicara, dan bertempat di lobby gedung Sertifikasi Guru (gedung Ki Hajar Dewantara) lantai 1. Terhitung sebanyak 161 Peserta yang menghadiri kajian kamis sore itu. Kajian dibuka dengan tilawah bersama surah Al Baqarah ayat 1-16 yang dipimpin oleh Fauzi Ramadhan (Pendidikan Matematika 2016). Selanjutnya pemaparan dari Ustadz Wido dimulai dengan kalimat “memulai tentang cinta dengan cara utuh, bahwa sesungguhnya manusia diciptakan oleh Allah dan dihadirkan dengan fitrah untuk mencintai”.

Cinta adalah sesuatu yang naluriah sebabnya dan cinta hadir bersama dengan fitrah manusia itu sendiri. Terkadang cinta bisa hadir, terkadang cinta bisa hilang.

Fungsi kehadiran agama dalam hal cinta bukanlah untuk menghalangi cinta, tetapi agama hadir untuk memperkuat dan mendorong cinta dengan arah yang benar, dengan tujuan yang benar, sehingga cinta itu akan membawa kepada Al-Wadud (sang Maha Pencinta).

Bukti bahwa Allah sangat mencintai hambanya adalah bahwa Allah telah membukakan banyak sekali pintu-pintu kebaikan dan begitu sedikit pintu-pintu keburukan yang ada didunia.

Dengan adanya orangtua, kita perlu mengambil pelajaran dan pelajaran itu sangatlah besar & sangat berarti bagi kita. Jangan sampai kita tergelincir/salah jalan mengikuti apa yang telah terjadi di masa lalu.

Ada 3 fase/tingkatan umur manusia :

  1. Fase 20 tahun. Fase ini identik dengan menuntut ilmu. Pada usia ini, kita lebih mudah untuk menuntut ilmu. Dengan akal dan jasad yang masih bagus. Pendidikan masih diperoleh dalam usia ini. Pendidikan adalah menggabungkan konsep ilmu dengan konsep manusia atau pendidikan adalah upaya menginternalisasikan ilmu kepada manusia. Pada usia 20 tahun, masih terjadi pertumbuhan fisik dimana infrastruktur tubuh masih bagus.
  2. Fase 40 tahun. Pada fase usia ini terlihat perbedaan. Pada usia 40 tahun merupakan puncak dari kekuatan fisik seseorang. Hendaknya saat memasuki usia 40 tahun kita berdoa seperti yang dilakukan Rasulullah SAW. dan juga seperti yang dilakukan Nabi Sulaiman dengan redaksi yang sama. Doa yang mencakup tentang bersyukur atas nikmat yang Allah berikan, meminta dimudahkan dalam segala urusan, meminta sesuatu kebaikan yang Allah ridhoi untuk dirinya serta keturunannya. Orang yang dalam usia 40 tahun tidak berubah sifat/perilakunya, Nabi Muhammad SAW khawatir jika nanti orang itu akan diwafatkan dalam keadaan masih seperti itu.
  3. Fase 60 tahun. Pada usia ini, infrastruktur tubuh mulai melemah. Pada setiap fase, terdapat 3 aktivitas yang tidak akan lepas dari kita yaitu menuntut ilmu, mengamalkan ilmu, dan menyebarkan ilmu (sampaikanlah walau hanya satu ayat)

Dalam setiap fase, diperlukan resolusi-resolusi tentang apa yang akan dilakukan dan target-target apa yang ingin dicapai.

  • Rasulullah SAW. mengatakan bahwa Seseorang yang menikah itu mendapatkan/memperoleh setengah dari agama, tinggal engkau cari yang lainnya. Dari hal ini didapatkan banyak keutamaan agama yang berasal dari/ada didalam pernikahan.
  • Mereka yang belum yang belum menjadikan cinta kepada Allah sebagai prioritas, maka dia akan mudah terjebak cinta terhadap makhluk. Jika telah terjebak cinta kepada makhluk, dia memuja-muja dan dia rela melakukan apapun yang dibutuhkan oleh makhluk itu. Hal ini dikarenakan pada awalnya dia salah memandang siapa yang seharusnya menjadi prioritas.
  • Secara umum, Cinta adalah memberikan dengan sepenuh hati kepada orang yang terkasihi tanpa henti.

Ini bukanlah cinta yang dapat terdengar oleh telinga dan disampaikan oleh seseorang. Cinta yang dapat terdengar oleh telinga dan disampaikan oleh seseorang adalah kedustaan. Sebuah kata yang mengalir diikuti dengan syahwat dengan hawa napsu.

Maka dari itu agama Islam hadir untuk menata cara pandang tentang cinta. Seperti yang dijelaskan pada surah Al-Baqarah ayat 165

Dunia ini adalah perhiasan namun Allah adalah sebaik-baiknya tempat kita kembali.

Apa yang menurut kita baik, belum tentu baik di mata Allah. Dan apa yang baik dimata Allah, pasti merupakan yang terbaik untuk kita.

رَبَّنَا إِنَّكَ مَن تُدْخِلِ النَّارَ فَقَدْ أَخْزَيْتَهُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ

Ya Tuhan kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun. (Ali imran: 192)

Cinta bisa dihadirkan dan harus selalu dihadirkan dalam kehidupan.

Selanjutnya, pembahasan materi diakhiri dengan penjelasan bahwa Allah sangat mencintai orang-orang dengan kategori berikut: yaitu orang-orang muhsinin (dimana dia tahu dan mengerti orang yang baik, tahu dan mengerti mana yang baik, dan tahu apa pilihan yang terbaik).


Sesi tanya jawab 

Terkait tingkatan cinta, jangan sampai kita mencintai manusia melebihi cinta kita kepada Allah SWT. Sedangkan kita diajarkan untuk mencintai saudara kita sebagaimana kita mencintai diri kita sendiri. Bagaimana dan apa batasan cinta kita terhadap manusia agar cinta tersebut tidak melebihi cinta kita kepada Allah dan bagaimana mengetahui kadarnya bahwa ini cinta sudah cukup?

Di antara baiknya iman kepada seseorang adalah dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri. Dalam hal ini, jika kita sangat mencintai dan saudara kita memintanya makan berikanlah. Itu merupakan bentuk cinta kita kepada saudara kita. Islam mengajarkan untuk mendahulukan saudara sebelum diri sendiri. Jika kita sedang lapar dan mempunyai makanan sedangkan saudara kita sangat kelaparan dan meminta makanan kita, maka dahulukan saudara kita.
Tradisi dalam islam : malaikat jibril mengajarkan jika berbicara itu dekat. Lutut dengan lutut. Ngomong itu dekat, dan salaman itu dinikmati. Salaman itu bukan formalitas. Sekarang ukhuwah telah melemah, namun dengan salaman kita menghayati cinta diantara sesama muslim (tergantung cara pandang kita) sehingga ukhuwah akan selalu terjaga.
Cinta adalah siap memberi apa yang dibutuhkan saudaranya.
Sebagai seorang muslim kita juga harus mempunyai iffah. Dan kita juga harus latihan memberikan apa yang kita cintai. Karna cinta kepada manusia adalah memberikan haknya (saudara kita).

Bagaimana dan apa yang harus dilakukan jika suatu ketika kita merasa jatuh cinta kepada seseorang/kepada saudara kita sendiri? Ketika kita jatuh cinta kepada saudara kita harus diungkapkan. Bagaimana dengan kondisi saat ini?

Perempuan adalah orang yang lemah yang dijadikan Allah untuk dikuatkan oleh dirinya. Yang bicara bukanlah fisik, tetapi hati. Itu lah sebabnya Ali dan Umar sangat menghargai istrinya. Ia sadar betul bahwa istrinya adalah madrasah bagi anak-anaknya dan istrinya adalah kepala administrasi dalam keluarganya.
Kebersamaan dengan orang-orang yang saling mencinta dan mengharapkan cinta Allah akan semakin mengekalkan cinta mereka.
Mengenai jatuh cinta, cara pandang kita bukan seperti mengajak pacaran. Tetapi cara pandang kita haruslah besar (membangun generasi). Pandangan besar itu didapatkan dengan menghormati cara pandang-cara pandang yang mungkin cara pandang kecil.
Kebutuhan menikah itu tergantung pada cara pandang kita.
Yang disebut orang baik adalah orang yang cara pandangnya baik.
Jika kita mencintai saudara kita, maka ungkapkan lah.
Untuk menghadapi sesuatu jangan lupa libatkan Allah dan ridho dari kedua orang tua.

Kemudian Kajian Islam kamiS Sore ditutup pada pukul 17.40 WIB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

www.000webhost.com