Kajian Islam kamiS Sore : Amanah Jalan, Akademik Oke. Kenapa Tidak?

 

Jakarta, (02/03/2017) Masjid Ulul Albaab mengadakan Kajian Islam kamiS Sore dengan tema :
Amanah Jalan, Akademik Oke. Kenapa Tidak?

Kajian Islam kamiS Sore ini mengundang Ust. Bagus Tito sebagai pembicara, dan bertempat di Masjid Nurul Irfaan. Terhitung sebanyak 180 peserta yang menghadiri kajian sore itu.

Kajian ini dibuka dengan kutipan terkenal yang berbunyi :

“Lihatlah apa yang dibicarakan, bukan siapa yang berbicara.”

Maksud dari kutipan tersebut adalah, jangan sekali kali kita berbangga hati karena merasa lebih baik dari yang lain, karena Rasulullah saja yang sudah dijamin oleh Allah sebagai orang yang ma’sum masih ada yang membenci beliau. Jangan pernah bangga dengan amanah yang kita miliki, karena kita tidak pernah tau sepanjang apa hisab kita di akhirat nanti. Karena semakin banyaknya amanah yang diletakkan diatas pundak kita, semakin banyak pula pertanggungjawaban kita kelak.

Jangan berpikir prestasi adalah juara I, II, III dan seterusnya.. Karena prestasi adalah ‘Hasil yang telah dicapai dari apa yang telah dilakukan.’

Seseorang dikatakan berprestasi, apabila prestasinya membawa kebermanfaatan bagi orang lain.
Sesuai dengan hadits Nabi yang berbunyi:

“Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.”

Maka prestasi terbaik adalah menghantarkan orang lain kepada cita-citanya.

Manusia diciptakan untuk dua tujuan, yang pertama adalah untuk menjadi khalifah di muka bumi (QS Al Baqoroh : 30). Dan yang kedua adalah, untuk beribadah kepada Allah (QS Adz-Zariyaat : 56)

Ada sebuah nasihat yang berbunyi,

‘Al adabu qobla al ‘ilmu wa al ‘ilmu qobla al ‘amalu’
“Beradablah sebelum mencari ilmu, berilmulah sebelum beramal.”
Karena amalan tanpa ilmu = nol
Dan ilmu tanpa adab = nol

Yang kita cari pada masa kuliah ini adalah tiga-tiganya. Akan tetapi apabila kita belum berilmu, maka yang dilakukan adalah beradab.

Saat ini, kita berada pada fase ke empat di dunia ini. Dimana saat ini kaum muslim tidak berjaya, hanya menjadi budak dari kaum yang lain. Dimana pada masa ini islam terkenal dengan julukan teroris, pembuat kerusuhan, dan lain-lainnya. Dimana seorang muslim tidak merasa bangga dengan identitasnya sebagai seorang muslim. Mengapa hal itu terjadi? Karena generasi muslim sekarang terputus dari sejarah masa lalunya. Pada zaman Daulah Abbasiyah islam telah mencapai puncak keemasannya dalam bidang pengetahuan dan ilmu agama. Pada masa itu kota Baghdad menjadi pusat peradaban dimana terdapat perpustakaan besar dan berkumpulnya para cendekiawan. Sejarah itulah yang tidak diketahui oleh generasi muslim saat ini. Kita lebih tau dan hafal nama-nama ilmuan Eropa, padahal bukan mereka penemu yang sebenarnya. Jauh sebelum Eropa menjadi negara-negara maju, negara islam telah memiliki peradaban yang moderen.

Disaat islam tengah mencapai masa kejayaannya, datang pasukan Eropa yang menghancurkan perpustakaan terbesar yang ada dan membuangnya kedalam Sungai Tigris sampai-sampai air sungai tersebut berwarna hitam pekat karena tinta dari buku-buku tersebut. Bahkan dikatakan dalam sebuah riwayat, pasukan kuda bisa melewati sungai tersebut dari tepian yang satu ke tepian yang lain. Bisa kita dibayangkan betapa banyak buku yang dibuang ke dasar sungai.

Tahukah kamu?

  • Siapakah yang menemukan persamaan-persamaan trigonometri yang kita pelajari di bangku sekolah dan bangku kuliah?

Ialah Al Battani, seorang ahli astronomi dan matematikawan muslim yang menemukan pencapaian tentang penentuan tahun matahari sebagai 365 hari, 5 jam, 46 menit dan 24 detik. Akan tetapi kita lebih mengenalnya sebagai Albatenius.

  • Avicenna adalah bapak kedokteran modern yang selama ini kita kenal, akan tetapi apakah kita tau bahwa beliau adalah Ibnu Sina, seorang cendekiawan muslim yang memiliki banyak karya berupa buku, salah satunya adalah Qonun fi Thib yang telah digunakan sebagai referensi kedokteran selama berabad-abad. Nama Avicenna sendiri merupakan nama yang diciptakan oleh bangsa Eropa dengan tujuan agar kita percaya bahwa penemu-penemu pertama kali adalah dari kalangan mereka.
  • Siapa pencetus teori evolusi yang saat ini kita kenal dengan Teori Darwin?

Ialah Al Jahiz, seorang ilmuan muslim yang menemukan teori bahwa makhluk hidup akan beradaptasi dan berubah sesuai dengan lingkungannya.

  • Siapakah ahli optik dan penemu lensa kamera pertama di dunia?

Ialah Ibnu Haitham yang merupakan seorang ilmuan muslim

  • Penemu Asam Klorida adalah seorang ilmuan muslim yang bernama Jaber bin Hayyan yang dikenal dengan nama barat Geber.

Jika masih banyak dari kaum muslim yang belum mengetahui dengan baik mengenai sejarah umat islam, bagaimana bisa seseorang menjadi bangga menjadi seorang muslim?

Ketika kita diberi kenikmatan iman/ilmu, buatlah orang lain merasakan manisnya iman/ilmu tersebut.
Karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.

Universitas pertama di dunia adalah Universitas Qarawiyyin di Maroko. Pendirinya adalah seorang muslimah, mahasiswanya berasal dari seluruh dunia dan dari berbagai macam agama. Guiness Book of World Records telah mencatat kampus ini sebagai kampus tertua di dunia. Banyak sudah ilmuwan terkemuka yang lulus dari universitas tersebut. Paus Silvester II merupakan salah satu alumni dari universitas tersebut, yang kemudian mengenalkan angka arab dan angka nol ke seluruh Eropa.

Fakta bahwa pendiri Universitas tertua adalah seorang muslimah membuktikan kepada kita bahwa perempuan juga bisa mencapai pencapaian yang tinggi. Dalam artian bukan berarti perempuan melampaui laki-laki. Karena di dalam islam laki-laki adalah pemimpin perempuan.

Ilmu diperlukan untuk menjalalankan amanah

Jangan terlalu nyaman berkumpul bersama teman-teman yang shalih sehingga melupakan teman-teman lain yang belum merasakan manisnya iman. Ilmu membawa cahaya dari zaman kegelapan menuju zaman yang terang benderang (moderen)

Cara agar bisa menyeimbangkan amanah dengan akademik :

  • Mengenali sejarah islam
  • Pada zaman dulu pengetahuan tersebar melalu kekuasaan

“Ilmu dan amanah tidak dapat dipisahkan. Amanah butuh ilmu untuk dijalankan, dan ilmu butuh amanah untuk disebarkan.”


Setelah memaparkan materi Ust. Bagus membuka sesi tanya jawab dengan dua penanya.

  1. Wanita yang melampaui laki-laki itu seperti apa?
    Baca Fikih Wanita.
    Wanita boleh jadi pemimpin setinggi-tingginya, (contohnya presiden) KALAU tidak ada laki-laki yg kompeten di bidang tersebut.
    Saya belum membaca Fikih Wanita jadi belum bisa menjelaskan kriteria melampaui laki-laki tersebut. Silahkan dibaca bukunya.
  2. Bagaimana tanggapan kita kepada teman yang bagus akademiknya namun tidak mengikuti organisasi?Sedangkan lewat organisasi, kita bisa mengamalkan dan mengaplikasikan ilmu yang kita miliki. Nah, wajib atau tidak jika kita mengajak teman tersebut untuk mengikuti organisasi. Dan bagaimana cara yang sebaiknya dilakukan?
    Kebutuhan akademik dengan organisasi itu memang harus didapatkan. Namun jika kita mempunyai teman yang baik akademiknya tapi tidak berorganisasi, alangkah baiknya kita mengajak teman tersebut. Namun itu bukanlah kewajiban, karena hal tersebut tidak bisa dikategorikan sesuai dengan ketentuan pada perkuliahan. Akan tetapi lebih baik lagi jika kebutuhan kita seimbang dengan dikolaborasikan dengan agama, akademik, dan organisasi. Seperti nongkrong iya, soleh iya, pinter juga oke..

Selanjutnya kajian ditutup oleh MC dan acara pun selesai sekitar pukul 17:50.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

www.000webhost.com